Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

- Promise Love -

Langit malam kota London kini sedang tak bersahabat. Dinginnya malam yang menembus hingga -16 derajat celcius membuatku harus mengeratkan mantel kembali. Berkali-kali aku menghembuskan nafas lelah membuat uap putih keluar dari mulutku karena cuaca yang sangat dingin. Ini adalah tahun ke-3 sejak hari itu. Hari dimana segalanya lenyap dan membuatku lupa kapan terakhir kali aku pernah bahagia, bagaimana rasanya otot bibirku tertarik membuat lengkung senyuman.

5 April 2007

Hari ini adalah hari pertama aku menjalin kasih dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun. Seorang pria berkebangsaan korea yang mampu membuat hatiku bergetar. Seorang pria asing yang bahkan tak kalah menawan dari kebanyakan pria barat lainnya. Garis wajah yang tegas dengan mata hitam kelam, hidung yang mancung yang sangat serasi dengan bbir indahnya, dipadukan dengan kulit putih nyaris pucat yang telah dianugrahkan Tuhan kepadanya.

Dipangkuannya, aku tersenyum memandangi lukisan nyata yang telah diciptakan Tuhan dihadapanku.
“ Berhentilah memandangi wajah tampanku. Atau wajah ini akan benar-benar berlubang karena tatapanmu.” Sekilas,kucibir tingkahnya. Namun tak dipungkiri bahwa pandanganku tak berpaling sesentimu dari wajahnya.
“ Apa yang membuatmu begitu bahagia?” Suara yang merupakan melodi terindah yang pernah kudengar kini mengalun lembut kembali ditelingaku.
“Harimu.” Jo- begitulah aku memanggilnya- tersenyum mendapati jawabanku. Apakah ini lucu?
“ Suatu hari nanti, kau mungkin akan menyesal ketika ayahmu mengetahuinya, Shane.” Senyum yang tadi sempat mengembang diwajahku kini meredup tanpa dipaksa. Beberapa dari kalimat yang terlontar dari mulut Jo adalah kebenaran. Dan itu membuatku kesal saat ia mengingatkannya.
“ Hei, apakah kau marah?”
“ Tidak.” Jawabku seketus mungkin. Bukannya merayuku untuk menghilangkan rasa kesalku. Dia – Jo – justru menegakkan tubuhnya dan melangkah meninggalkanku.
“ Ya... ada apa denganmu? Bukankah kau seharusnya merayuku?”
“ Apa kau sedang merajuk padaku? Jika kau mengharapkannya, maka lebih baik pulanglah..” senyum mengejek yang terlengkung dibibirnya justru menarikku untuk mengejarnya. Inilah dia, pria ini sungguh dan sangatlah tidak romantis. Namun entah mengapa, aku sangat tergila-gila padanya. Dan semua itu akan benar-benar membuatku gila saat aku tak dapat mengjangkau tubuhnya barang satu haripun.

15 March 2008

Seperti takdir memang berpihak pada kebahagiaan kami berdua, kami menghabiskan waktu berdua dengan sangat manis di taman belakang kampus. Ini adalah tempat kedua kami menghabiskan waktu selain di flat kecil milik Jo tentu saja. Kami memang tak seperti kebanyakan pasangan kekasih lainnya. Hubungan kasih kami terjalin dibalik wajah ayahku. Dengan kata lain, ayah sangat menentang jalinan kisah kami.

Pernah sekali aku membawa Jo kerumah dan memperkenalkannya kepada orang tuaku sebelum aku akhirnya memutuskan menjalin kasih dengannya. Namun tahukah kalian apa yang kudapat saat ayah melihatnya ? Tanpa basa-basi beliau langsung melarang Jo mendekatiku dengan alasan bahwa kami berbeda bangsa,Berbeda suku dan lain sebagainya yang menurutku adalah alasan paling tak masuk akal yang pernah kudengar.

Inilah salah satu alasan mengapa aku harus menjalin hubungan tersembunyi dengannya sampai batas waktu yang entah sampai kapan.
“ What happen honey.” Tangannya membelai rambut lurusku yang terurai.
“ I’m very happy today. It is because you.”
“ happy anniversary.”
-anniversary?- kalimat itu membuatku menoleh padanya menuntut penjelasan. Bukankah ini masih terlalu jauh? Ini bahkan baru 15 march. Apakah dia mendadak amnesia singkat?
Seakan tahu apa yang ada dikepalaku, Jo tersenyum mengacak ujung rambutku seperti kebiasaannya dari dulu.
“ Aku hanya takut, jika nanti tak bisa mengatakannya padamu.” Alasan macam apa ini? Inikah jawaban yang tengah dipersiapkannya?
“Tidak masuk akal. Hindari kata-katamu. Atau aku akan sangat marah karenanya.” Jo tertawa ditengah rasa kesalku yang membuncah. Tertawa? Bahkan itu tak pernah terpikirkan.

24 December 2009

Ini adalah malam natal ke-3 semenjak hubungan cinta ini kami jalin. Seperti malam natal sebelumnya, kami selalu merayakan ritual saat menyambutnya. Yaitu mempersiapkan hadiah yang dibungkus dengan boneka salju ditepi danau, tempat pertama kali kami bertemu dan memutuskan menjalin cinta ini.
“ Selamat Natal sayang.” Jo mengecup keningku singkat. Cukup membuat cuaca yang sangat dingin ini menjadi lebih hangat.
“Selamat natal kembali, Untukmu.” Ku tunjuk boneka salju kecil yang tadi sempat ku buat. Menandakan bahwa didalamnya ada hadiah untuknya.
“ Terimakasih.”
“ Untukku?” Ku tagih hadiah yang seharusnya ada untukku. Karena kulihat sama sekali tak ada boneka salju dan hanya satu yaitu milikku yang telah kuberikan padanya. Jo menyodorkan sebuah kotak dengan bungkusan berwarna pink, khas warna faforitku.
“ kau menyalahi ritual. Boleh kubuka?” jo mengangguk menandakan bahwa ia telah menyetujuinya.
Aku terkejut saat melihat isi kotak yang telah diberikan padaku. Sebuah kalung dengan liontin cincin yang sangat manis didalamnya.
“ ku pikir ini akan sangat cantik jika kau memakainya.” Jo memperlihatkan kalung yang sama dengan yang ada ditanganku. “ dengan ini aku ingin kau berjanji bahwa kau akan menikah denganku suatu hari nanti. Dan cincin inilah yang akan kusematkan dijarimu saat hari itu tiba.”
Mataku berkaca-kaca. Ini adalah hal yang tak terduga. Dia begitu romantis menyiapkan kejutan ini. Aku sangat terharu. Dan tanpa diperintah olehku sekalipun, selesai Jo memasangkannya dileherku,aku memelukknya dengan sangat erat seakan kami tak akan bertemu kembali.
Ini benar-benar malam natal terindah kami. Suasana manis ini mendadak keruh saat aku mendengar sebuah suara yang sangat ku kenal.
“ picisan. Apa yang tengah kau lakukan bersama putriku disini?” Ayah. Benar itu suara ayah. Dalam sekejap, tangan ayah menyeret lenganku menjauh padanya.
“ Tuan. Apa yang kami lakukan adalah tak salah. Kami hanyalah manusia yang saling mencintai. “
“ Mencintai? Cih, lelucon apa yang tengah kau mainkan. Dengan segala latar belakangmu kau bahkan tak seharusnya menjalin hubungan dengan putriku.”
“ Ayah.” Aku meninggikan suara. Dan karenanya,satu tamparan keras mendarat dipipiku menciptakan airmata sialan ini.
“ Tuan. Seberapa besarpun anda tak menyukaiku. Ku mohon jangan menyakiti Shane, putri anda.”
Dengan sekali gerakan kepala, beberapa bodyguard ayah menerjang jo. Memukul hingga ia tak bergerak sedikitpun. Aku hanya mampu merintih, menangisi keadaan Jo saat ini. Saat ia tak menunjukkan gerakan yang berarti ayah memaksaku berjalan mengikutinya tanpa memberiku kesempatan untuk menyeka darah Jo yang telah bercampur dengan salju malam itu.
Dan inilah saksi kejadian yang tak akan pernah ku lupakan seumur hidupku. Sejak saat itu pula, aku tak pernah melihat wajah Jo kembali. Dari kabar yang pernah ku dengar, Jo dipulangkan ayah ke negara asalnya dengan bantuan pejabat yang ayah kenal.
***

Dan kini, apakah semua hanya akan menjadi harapan? Bagaimana kabarmu disana? Apakah kau sehat dan hidup dengan baik? Atau kau telah melupakanku dan hanya aku yang tersiksa dengan kenangan ini? Aku merindukannya hingga nyaris membuatku tak bisa bernapas. Aku memilih mati daripada tak melihatnya kembali. Apakah ini akan menjadi tahun terakhir aku menantimu Jo? Esok adalah hari yang tak pernah ku inginkan. Jika kau tak datang malam ini, aku benar-benar tak akan bisa menjaga janji pernikahan yang pernah kau janjikan malam itu terhadapku. Mengingatnya, membuat airmata kembali menetes menuruni pipiku.
“ Bisakah kau muncul sekarang? Mari kita pergi jo. Aku akan mengikutimu kemanapun kau melangkah. Aku benar-benar tak akan sanggup. Haruskah aku mati sekarang dan mengingkari janjiku padamu? Aku bodoh bukan? Masih mempercayaimu bahkan ketika aku sama sekali tak pernah melihatmu.”
Aku melangkah meninggalkan danau ini setelah melewati malam natal seorang diri.
***

Aku mematut diri didepan cermin besar. Menampakkan wajah paling menyedihkan untuk ukuran gadis yang akan disunting orang lain. Inikah wajah seorang yang akan menikah? Hari seperti ini adalah hari yang paling ditunggu setiap orang. Mengucap janji sehidup semati dengan pasangan yang sangat dicintai untuk hidup dan membangun rumah tangga bersama. Tapi, tidak untukku kecuali jika orang itu adalah Jo. Bahkan hingga hari ini tiba, wajah lelaki itupun tak muncul barang sedetikpun.
“ kau tampak menawan shane.” Suara Marine Fylan –Ibuku- membuyarkan lamunanku. Ku lihat wajah cantik ibuku melalui pantulan cermin didepanku.
“ Yeah, kurasa gaun pilihanmu tak salah bu.”
“ Shane, maafkan ibu. Ibu bahkan tak berkuasa untukmu.” Ibu membalikkan tubuhku menghadapnya. Ku lihat ia meneteskan airmata kesedihan, sama seperti ku saat ini.
“ Wajah ini seharusnya bahagia. Ku mohon tersenyumlah,Shane. Aku bahkan lupa kapan aku menikmati senyum manismu.”
“ Ibu..” aku merintih, lebih tepatnya mengiba terhadapnya. Ia tahu bahwa aku tak pernah menginginkan pernikahan bisnis ayah. Ini tahu segalanya dan yang paling menyedihkan adalah meskipun ia tahu ia tak bisa berbuat apapun. Aku menderita bersamanya. Berkali-kali aia mencoba membuatku keluar dari neraka ini, maka sebanyak itulah ayah menemukan dan berhasil mencegahnya.
“ Kau tampak sangat kurus dari 3 tahun yang lalu.”
“ Pergilah.”
“Bu...” Aku memekik tertahan dengan ucapannya barusan.
“ Pergilah. Masih ada 5 menit hingga detik pernikahanmu.” Ibu mengusap airmata yang mengalir deras dipipiku.
“ Bu, kau tahu bahwa ayah akan mencariku.”
“ Aku yang akan menanggung segalanya. Lebih baik kau keluar dan menampakkan senyum indahmu sekalipun aku tak melihatnya dibandingkan ketika aku harus melihat airmatamu didepan mataku sendiri. Itu lebih menyakitiku, shane. Jadi, pergilah selagi kau bisa.”
“ Aku tak akan membiarkanmu menanggung dosa sendirian, bu.”
“ Pergilah.”
“ Bu.”
“ Pergi.” Ibu berteriak dan mendorong tubuhku menjauh darinya. Memaksaku keluar melalui pintu yang akan membantuku menghirup udara segar.
Ku hapus airmataku dan mengokohkan tekatku. Bahwa kali ini aku harus berhasil. Ku jinjing gaun putihku sedikit agar aku sedikit bisa berlari. ku rasa takdir kembali tak berpijhak kepadaku. Saat ku tarik handle pintu. Aku terkejut bahwa tubuh yang ada dibalik pintu adalah ayah. Tubuhku kaku hingga tak bisa bergerak, hanya airmata yang kembali menetes melaluii celah mataku.
“ Siapa yang akan menanggung dosa siapa?”
***

Harapan terakhirku saat ini adalah sem oga Tuhan mencabut nyawaku saat ini juga. Menenggelamkanku ke bumi yang paling dasar hanya agar aku tak berdiri di atas altar sialan ini. Aku tak pernah membayangkan bahwa ini benar-benar akan segera berakhir, menjadikanku milik lelaki tampan disampingku dan bukannya Jo. Tuhan.... Airmata kembali menetes disaat yang seharusnya menjadi hari terbahagia milikku. Pastur telah siap untuk mengucapkan sumpah cinta mempelai. Damian, pria disampingku bahkan sejak tadi hanya mengumbar senyum, para tamu yang datang telah bersorak meminta upacara segera dilaksanakan, namun dibarisan paling depan justru aku melihat ibu tengah menangis histeris seakan tahu perasaanku saat ini. Aku tersenyum kecut, setidaknya ada satu orang yang juga ikut merasakan bagaimana hatiku sekarang.
“ Saya berjanji, bahwa...” belum selesai damian mengucapkan janjinya. Sebuah suara menghentikan segalanya. Suara yang membuatku terkejut. Aku merindukan suara ini. Ini mirip seperti suara... Jo.
“ Hentikan.” Aku menoleh untuk memastikan apakah ini benar Jo? Aku tersenyum, apakah ini nyata? Aku benar-benar melihat Jo diseberang sana. Dan entah hanya perasaanku saja atau bagaimana, dari sudut mataku aku melihat ayah tersenyum manis.
“ Jo.” Ucapku lirih.
“ Hentikan pernikahan ini. Ini tidak akan sah. Wanita yang menjadi mempelai disana adalah wanitaku..” ucapnya lantang. Kata-kata terakhirnya membuatku menangis bahagia. Bahkan Jo benar-benar menepati janjinya walaupun telah 3 tahun lamanya.
Tanpa diperintah, aku menjinjing gaun pengantinku dan berlari menuju Jo. Dan Jo pun melakukan hal yang sama. Kami bertemu ditengah hadirin,saling berpelukan melepas rindu yang hampir membuatku mati. Ku belai wajah yang telah lama ku nanti. Ku hirup aroma tubuhnya yang bahkan aku hampir lupa akan bau tubuhnya.
“ Aku merindukanmu Jo. Sangat.”
“ Aku juga merindukanmu. Maaf untuk waktu yang lama menjemputmu.”
5 menit lamanya, ku lepas pelukanku. Ku balikkan tubuhku menghadap altar. Melihat damian yang kecewa terhadapku. Aku mengerti, namun aku juga ingin dimengerti. Aku menghadap ayah dan ibu. Ayah dan ibu tersenyum. Lihatlah, apa maksud dari senyum ayah? Ku lihat ia menganggukkan kepala. Apakah ini semacam restu?
“ Shane, mari kita menikah. Di altar yang berbeda.”
Aku terkejut mendengar ucapan Jo. Ku lihat dari pancaran matanya, aku tak menemukan kebohongan barang secuilpun.
Aku mengangguk, dan Jo menarik tanganku mengajakku pergi meninggalkan altar ini.

~Fin~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CHORD GITAR LAGU ROSSA-TEGAR

CHORD GITAR LAGU ROSSA-TEGAR


Rossa - Tegar
Album : Tegar
Cipt    : Melly Goeslaw

Intro : Badd9 E B F#/Bb F#
B              E                A
Tergoda aku 'tuk berfikir
  F#                 B
Dia yang tercinta
                       E                   A
Mengapa t'lah lama tak nampak
   F#          B
Dirimu disini
                   E/G#              A
Jangankan ingin ku tersenyum
       F#         B
Tak ada gairah
                 E                A
Kuingin s'lalu bersamamu
     F#/Bb      D#7
(*) Kini ku resah
       G#m           C#         C#7
     Diriku lemah tanpamu
     C#m F#
     Oh...
 


         D#     G#m7     C#m7
Reff : Gapai semua jemariku
                        F#                B
         Rangkul aku dalam bahagiamu
                     G#m            C#m F#        B
         Ku ingin bersama berdua selamanya
      F#/Bb G#m7      C#m7
         Jika  kubuka mata ini
                       F#         B/D#
         Ku ingin s'lalu ada dirimu
                      G#m        C#m
         Dalam kelemahan hati ini
               F#
         Bersamamu
                     B
         Aku tegar...
 

Int : B E A 
       E A/C# F# B E A/C# D

Back to : (*), Reff 
      F#/Bb G#m7      C#m7
         Jika  kubuka mata ini
                       F#         B/D#
         Ku ingin s'lalu ada dirimu
                      G#m        C#m
         Dalam kelemahan hati ini
               F#
         Bersamamu
                   Badd9     E   D#7
         Aku tegar... owoo...
                   B  C# F# B
         Ku tegar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS